100 persen Pangan Lokal

i'm Locavore

Coklat Lokal Luwu

cocoa-fact-sheet

Coklat Lokal Luwu

Tanaman coklat yang tumbuh di kawasan Luwuk Utara dan Luwuk Timur merupakan varietas lokal yang tahan terhadap serangan hama penggerek buah, salah satu hama yang sering menghancurkan tanaman coklat dan merugikan petani.  Sehingga petani membutuhkan benih yang tepat dengan pengelolaan kebun coklat yang baik agar dapat memberikan pendapatan baik bagi petaninya.  Menurut Dominggus salah seorang petani coklat Luwuk, jika pendapatan dari coklat terus membaik maka dapat menghambat perluasan kebun sawit yang kini mulai merambah ke wilayah kebun coklat masyarakat.  Padahal sebagian besar petani hanya memiliki luas kebun dibawah 1 hektar, tidak ekonomis jika ditanam sawit.

Coklat Luwuk memang lebih cocok untuk dijadikan bubuk coklat, karena aroma khasnya sangat kuat, sementara kandungan lemaknya  rendah. Para petani yang bergabung di Koperasi Tani Masagena tersebar di wilayah Luwuk Lokasi di Luwuk Utara  (5 kecamatan) dan Luwuk Timur (4 Kecamatan) terus meningkatkan kemampuan teknis di kebun.  Dalam proses pengolahan biji coklat, sebagian petani sudah melakukan fermentasi, lainnya masih menjual biji non fermentasi yang harganya lebih rendah dibanding coklat yang sudah difermentasi.

Untuk meningkatkan pendapatan anggota, biji-biji coklat diolah menjadi permen, coklat bar, coklat batang untuk di langsung di jual ke café dan toko kue di dalam negeri.  Proses pengolahan coklat menjadi produk jadi ini dilakukan oleh para perempuan, dengan membentuk kelompok usaha bersama KUB. Sibali Resoe. Mereka sudah menerima pesanan dari untuk membuat kurma berbalut coklat sebagai oleh-oleh dari haji.

Bibit yang baik, pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci, agar coklat di Luwuk bisa menjadi tumpuan ekonomi masyarakat sekaligus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Luwuk.

Locavore • May 17, 2015


Previous Post

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *