100 persen Pangan Lokal

i'm Locavore

Kawista si “Java Cola”

Kawista si “Java Cola”

kawista kawista1 kawista2

Ada rasa dingin, juga harum yang khas saat menikmati sirup kawista. Jangan lupa untuk mengocok sirup lebih dahulu sebelum diminum, agar sensasi semriwingnya lebih menggigit. Bagi yang pernah mencicipi sirup kawista, apalagi di tengah panas yang menyengat, rasanya memang ngangenin. Rasa manis, sepet, segar bahkan sekilas pahit dengan aroma khas membuat orang tak mudah melupakan sirup kawista.

Rembang yang panas dan berada di dekat pantai merupakan wilayah yang pas bagi pohon kawista untuk tumbuh bagus. Pohon Kawista, (Limonia acidissima) merupakan kerabat dekat buah maja, dan masih masuk dalam suku jeruk-jerukan. Tumbuhan ini, berasal dari India Selatan, kemudian menyebar ke Asia Tenggara, Sumatra dan Jawa dan Bali. Kawista dalam bahasa Inggris disebut sebagai Indian Woodapple atau Elephant Apple.Di Aceh kawista dikenal dengan nama buah batok. Biasa digunakan sebagai bahan campuran bumbu rujak Aceh dan juga sirup. Di Bali, Kawista disebut sebagai buah Kusta.

Buah kawistayang sudah matang berukuran sebesar genggaman tangan orang dewasa. Bentuknya bulat berwarna coklat putih dengan daging buah coklat kehitaman. Buah Kawista yang matang akan jatuh sendiri dari pohon, tetapi isinya tetap terlindungi oleh kulit yang keras dan bersisik. Anak-anak di Rembang biasanya menikmati buah kawista matang dengan menambah sedikit gula atau dijadikan jus karena rasa asamnya yang dominan.

Selain rasanya yang segar, masyarakat percaya buah Kawista memiliki manfaat kesehatan, diantaranya dapat menurunkan panas dan meredakan sakit perut serta sebagai minuman penambah stamina.

Sirup kawista “Dewa Burung” merupakan perintis sirup Kawista di Rembang dan menjadi merek sirup kawista yang paling terkenal. Didirikan 1925, oleh Njoo Thiam Kie, saat itu masih berupa perusahaan limun cap Djago. Meski pun saat ini sudah bisa didapatkan di luar Rembang, tetapi distribusinya masih terbatas, khususnya di kota-kota besar di Jawa. Tetapi sebagai buah tangan, Sirup Kawista sudah melanglang buana ke pelosok negeri. Beberapa merek lain mulai muncul menemani si Dewa Burung.

Meskipun setiap hari pabrik sirup kawista DB selalu berproduks, jumlahnya masih sangat tergantung pada permintaan. Menurut salah satu pengelola, merupakan salah satu strategi agar orang selalu datang ke tokonya di Jl. Diponegoro Rembang untuk mendapatkan sirup Kawista Dua Burung yang asli.

Ada beragam kemasan yang tersedia. Dari botol kaca, dengan volume 620 ml, seukuran botol kecap, hingga dalam botol plastik yang lebih ringan dan mudah dibawa. Bahkan tersedia juga limun soda buah kawis dalam ukuran sekali minum. Semua tersedia sesuai selera. Bagi sebagian orang, sirup kawista bisa jadi sirup khas yang terus dicari. Sehingga rela untuk selalu kembali lagi ke rembang,d emi memuaskan dahaga dengan si Java Cola. (IR)

Locavore • July 21, 2016


Previous Post

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *